Cool words

The stance -our position in life- is coming first from our mental attitude and then from how we follow through and engage in the world. When you live like this for years, you’ve etched out your reality.

RTK-Rich Brother Rich Sister

Pikir Dulu Sebelum Bicara

Kata-kata klise ya, tapi kadang-kadang susah untuk dipraktekkan.
Hari rabu lalu, gua betul-betul tidak berhasil mempraktekannya, hasilnya….seseorang terluka.
Gua nyesel banget, kenapa bisa sebodoh itu, dari dulu gua percaya, semua hal seharusnya bisa dikomunikasikan dengan baik, kalau kata mantan bos gua, “Everything is debatable”, ngga ada yang mutlak, kecuali Tuhan.
Mungkin gua sempat tersinggung dengan pernyataan temannya, lalu secara impulsif gua menuduh dia membicarakan itu di belakang gua, lalu tanpa tedeng aling-aling gua protes, hasilnya…seseorang sakit hati dan gua nyesel…
MUngkin kalau bisa diulang prosesnya harusnya kaya gini:
Baca fb, bingung sama comment temennya, bingung sama comment dia, pikir dulu, cerna, sabar, sabar, ngomong baik-baik apa maksudnya, dia ngejelasin, gua nanya, gua debat…..gua percaya, gua tenang, dia tenang, kita bisa ngobrol banyak, ngga ada yang sakit, ngga ada yang nyesel…

Butuh waktu lama untuk bangun hubungan yang baik, tapi hanya butuh satu detik untuk menghancurkan itu semua..

Well, seharian gua dicuekin, hehe..

Hun, I’m sorry dan makasih untuk pengertiannya :)

New look

I like my blog’s new look :) .

Jauh lebih minimalis, yang sebelum ini, malah bikin gua males update, liat tampilannya juga udah males, apalagi mau update sesuatu. well, ini template yang keempat kayanya, dan gua paling suka yang ini, hehehe…

Nulis lagi

Ngga sengaja hari ini liat postingan blog orang yang udah lama banget, tahun 2001 kalau ngga salah, jaman orang2 banyak belum tau blog. Blog ini masih lanjut sampe sekarang, jadilah gua nulis lagi di blog ini…impulsif memang…that’s me..:)

Ngga akan coba nulis banyak-banyak, mau liat….apa bisa konsisten, itu aja :)

Kuliah

Hari ini saya baru saja menjalani kuliah terakhir program MBA in-house. Ada perasaan senang yang membuncah karena: 1) Satu fase dalam kuliah ini telah berhasil dilewati (moga-moga juga dengan dibarengi hasil yang memuaskan dari dua mata kuliah terakhir), dan 2) Mengingat proses kuliah ini cukup berat. Dalam satu mata kuliah yang terdiri dari 3 SKS, dipadatkan dalam 2 sesi besar, dan tiap sesi berisi 3 hari kuliah yang sangat padat, dari hari jumat sampai minggu. Terasa lebih berat lagi karena saya tinggal di daerah dataran rendah (lowland) sedangkan kuliah dilaksanakan di daerah daran tinggi (highland) sehingga saya harus menginap di atas selama tiga malam berturut-turut dalam cuaca yang terbilang ekstrim dibandingkan dengan daerah di mana saya tinggal.

Thanks to Donny yang kamarnya menjadi tempat singgah saya selama kuliah, jadinya ngga terlalu bosen :).

Kuliah padat, dari pagi sampai sore, yang tidak melulu berisi kuliah, tapi juga studi kasus, tugaskelompok, presentasi, dan sebagainya, apalagi kalau diberi tugas individu yang harus diselesaikan malam itu juga, alhasil, fisik dan mental sangat amat terkuras.
Dua kata: “Puji Tuhan” kalau semua ini sudah selesai, tinggal satu kewajiban yang harus diselesaikan, THESIS. One more to go :) . Semoga setelah lulus, saya bisa mengamalkan ilmu yang saya dapatkan bagi lingkungan dimanapun saya tinggal dan hidup, baik di lingkungan kerja, tempat tinggal, dan pergaulan.
Akan tetapi, di tengah euforia bahagia ini, masih saja terselip keinginan untuk melanjutkan kembali kuliah, untuk beberapa pilihan bidang yang saya sukai. Untuk merasakan dan menjalani suasana “kampus” yang sebenarnya, di lingkungan yang lebih multi…? Well, Mungkin Tuhan sengaja memberikan perasaan ini, agar saya tidak berhenti dan berpuas diri, yah…semua itu diawali dengan harapan, dibumbui dengan passion, dan harus dibarengi dengan semangat. Kita lihat, kemana Tuhan dan hidup ini akan membawa dan mengarahkan anak satu ini, hehe..

Cool Stuff

I got  lots of “cool stuf” lately, and they make me questioning. A REAL BIG Question.

But then I learn, A REAL BIG Learning…

Don’t question Him, learn to do as David did: Just wash your face, keep a good attitude, and move on. Get ready for the new things He has in store for you

If you’ll leave your situation up to Him, in the end u’ll come out much better off. U will be far ahead of where u would have been had u tried to solve matters in your own strength. He can truly bring justice in your life.

Sometimes He allows us to go through certain things to test us. He is interested in seeing how you are going to respond. Will you become negative, bitter, or angry? Or, are you going to turn it over to Him, trusting Him to make the wrongs right?

Friend, our circumstances are subject to change suddenly, too, especially when we start standing up on the inside. When we face adversity, don’t be a complainer, don’t wallow in self-pity. Instead, have the attitude of a Victor

He has destined you to live in victory, but you have to do your part. Make a firm decision that no matter what comes against you in life, u are going to keep standing up on the inside.

Your challenges may become your greatest assets

Thanks Joel Osteen…

Upacara

Hari ini saya mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-63 Republik Indonesia. Ada dua hal menarik yang saya rasakan, satu, karena ini upacara bendera bendera pertama yang saya ikuti dalam kurun waktu 11 tahun. Terakhir saya mengikuti upacara ini tahun 1997, itu juga karena diwajibkan sebagai bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi yang saya masuki pada saat itu. Dua, karena ada hal yang sedikit konyol dibalik motivasi saya mengikuti upacara ini: Kaul.

Huh, kaulnya kok ikut upacara?

Berawal dari kejadian tanggal 4 Agustus 2008, saya bersama tiga orang teman baik saya, Hendi, Loli dan Dani habis jalan-jalan dan makan di Kemang. Hari itu adalah hari terakhir saya menjalani cuti, dan beberapa jam setelahnya saya harus sudah naik pesawat kembali ke tempat saya kerja nun jauh di Papua. Pulang sekitar jam 00.30 dari Kemang Food Festival, dengan pertimbangan arah pulang, saya pulang bersama Loli dan Dani, sedangkan Hendi pulang sendirian ke rumahnya di Cinere. 

Kita pakai mobilnya Loli, saya nyetir, dan tujuan pertama kami adalah rumah kos adiknya Dani di daerah Pancoran. Loli yang jadi guide, saya sendiri pernah dua tahun menetap di Jakarta, tapi karena sudah empat tahun terakhir tinggal di Papua, sudah tidak terlalu ingat lagi jalan-jalan di Jakarta, Dani? tidak perlu berharap terlalu banyak, teman kami yang satu ini cukup duduk di belakang dan memberitahu alamatnya, kami mengerti ketidaktahuannya akan ibukota :) . Tapi apa yang kemudian terjadi? Kami berputar-putar di daerah Kuningan, Mampang, Kalibata, dan Pancoran. Lokasi yang kami tuju sebenarnya cukup strategis, karena berada di depan sebuah hotel yang cukup besar, tapi entah bagaimana, guide kami tidak berhasil mengantarkan kami ke lokasi yang kami tuju, hahaha. Kami berputar-putar di area tersebut selama lebih dari satu jam. Tapi saya mendapatkan pengalaman baru, karena untuk pertama kalinya bisa melihat Taman Makam Pahlawan Kalibata! Kesan pertama saya, “Wah, kelihatannya bagus dan besar ya komplek Taman Makam ini.”. Setelah itu, kami berputar-putar lagi mencari lokasi kos adik dari teman kami tersebut. Karena Loli tidak begitu kenal daerahnya, beberapa menit kemudian kami melewati lagi Taman Makam Pahlawan ini, “Hmm, tempat pemakaman yang satu ini tidak terlalu angker kalau malam-malam”, gumam saya. Lalu, beberapa waktu kemudian, kami lewati lagi tempat yang sama -tiga kali dalam semalam, hattrick!!-.

Ngga pernah mimpi, jauh-jauh datang dari Bandung ke Jakarta, cuma untuk muter-muter di Taman Makam Pahlawan, dini hari pula.

Kita mulai bingung dan dengan bercanda saya menawarkan, bagaimana kalau saya langsung ke Bandara saja karena waktu sudah menunjukkan hampir jam 02.00 WIB :) , bisa ditebak, kedua cewek cantik ini protes……hehe.

Akhirnya kita coba tanya orang, setelah ditimbang-timbang, akhirnya kita bertanya pada mas-mas warung tegal yang udah mau tutup, setelah ditunjukkan, kami mengerti dan, halah, untuk masuk ke lokasi kos tersebut kita harus memutar sedikit ke Kalibata, and you know what?? Mau tidak mau ternyata kita harus melewati lagi…….Yess…..Taman Makam Pahlawan Kalibata kita tercinta. Dalam melewati tempat ini untuk keempat kalinya, dan karena bulan itu adalah bulan Agustus, kami bertiga berikrar bahwa dalam peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tahun ini, kami akan mengikuti upacara….Ikrar yang aneh, haha. Akhir cerita, kami akhirnya berhasil mengantarkan Dani ke kos-an adiknya dengan selamat, total waktu dari Kemang ke Pancoran : 1,5 jam, dari informasi yang kami dapatkan, kalau perjalanan normal, minus nyasar, seharusnya 10 menit pun sampai, hmmm…..speechless.

Anyway, ikrar tersebut tetap saya ingat dan pegang, and, here I am, today, mengikuti upacara.

Sedikit balik ke upacara, saya cukup menikmati upacara pagi ini, selain karena “motivasi” saya cukup tinggi, juga karena saya mendapati hal-hal yang tidak pernah saya notifikasi sebelumnya dalam sejarah saya mengikuti upacara peringatan HUT RI:

  1. Naskah proklamasi kita itu ternyata sangat singkat, berisi dan padat makna. Saya jadi bingung, Bangsa Indonesia lahir dengan diawali pidato/pernyataan yang sangat singkat, padat, dan berisi, tetapi kenapa ya saya sering mendapati banyak orang kita , terutama birokrat, yang senang sekali membuka suatu acara dengan kata-kata bullshit yang sangat panjang dan membosankan?
  2. Bunyi Undang-Undang Dasar 1945 itu ternyata sangat indah, sarat makna, dan cukup lugas penyampaiannya. Tapi saya juga merasakan suatu ironi, kita masih jauh dari cita-cita tersebut, mencerdaskan kehidupan bangsa, keadilan sosial, ketertiban, keamanan, dll. Padahal kita sudah “merdeka” selama 63 tahun…… Well mate, we have to do something valuable for our beloved country.

Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country. -John F. Kennedy-

Merdeka!!

ps. Untuk sang guide yang besok berulang tahun, met ultah ya, semoga makin diberkati dan dewasa dalam Iman dan perbuatan. Peace!

Our Great Loss

Hari ini saya baru terima email dari teman-teman milis Navigator ITB ‘97, judulnya “Our Great Loss”. Saya udah punya perasaan kalau email ini berisi berita dukacita soal teman kita yang sudah lama sakit kanker, sempat dinyatakan sembuh, tapi belakangan diketahui kankernya tumbuh lagi dan bahkan lebih ganas.

Speechless

Yang pasti saya bakal selalu ingat Santi sebagai orang yang ceria, ngomongnya cepat, dan tergila-gila sama yang namanya Julia Roberts dan meminta orang2 untuk memanggil dia Julia.

Waktu angkatan kita run ibadah Rally Navigator B, dia juga helpful banget.

Satu ’scene’ yang masih saya ingat tentang Santi adalah waktu dia bagi berkat mengenai hubungan persahabatan, mengenai masalah yang dia hadapi sama salah satu sahabatnya,  dia cerita hampir mau nangis, tapi habis itu bisa ketawa lagi, she’s the real “sanguinist:) .

Abis itu pas bagian sharing di kelompok, kebetulan saya sekelompok sama Santi, dan dia bilang, untuk membicarakan masalah dengan teman -dengan kecepatan bicara yang tinggi, hehe- kita musti pilih waktu, tempat dan pilihan kata yang tepat. Kata-kata “pilihan kata yang tepat” pada waktu itu hal baru buat saya dan sudah cukup membuat saya teringat-ingat sampai sekarang sebagai salah satu ungkapan kebijaksanaan yang sangat tepat dan sederhana. Dulu, sepotong hal sederhana tersebut ngga pernah terpikirkan, dan mulai saat itu, mulai saya coba praktekkan, susah sih, karena pada dasarnya saya bukan orang yang bisa meliuk-liukan kata, tapi ketika kita berbicara kepada yang namanya hati manusia, hal seperti itu diperlukan dan, no wonder, temannya Santi banyak dan sayang sama dia.

Good bye Sister! You’ve colored people’s life in a way that even you can’t ever imagine.

Unorganized

Tulisan ini sebenernya berasal dari blog gua yang lain, tapi abis nulis debut blog pertama, temen bilang cobain wordpress aja kalau niatnya lebih banyak ke tulisan, gua turutin dan emang simpler sih.

So this is officially my first blog :p, ditulis menjelang weekend, 20 Juni 2008

Banyak kali hal berseliweran di benak gua, dan seperti biasa…unorganized. Mantan bos gua pernah bilang kalo gua itu orangnya rushed, maunya segala sesuatu bisa diselesaikan dengan cepat. Baik sih dalam satu sisi, kerjaan gua beres dengan cepat dan doi puas, tapi di sisi lain itu juga jadi kelemahan gua, misalnya: 1) Gua suka bingung apa yang harus gua kerjain duluan, 2) Ngga fokus sama apa yang mau bener-bener gua kerjain, lebih parah lagi, kadang-kadang gua ngga tau fokus gua apa :( , 3) Ngga sabaran, 4) Gampang banget distracted sama hal-hal yang baru masuk. Alhasil, at the end of the day….gua ngga tau apa aja yang udah gua deliver, apa yang belum, apa yang masih pending, dll.

Ngga cuma di kerjaan, di luar kerjaan juga kaya gitu, gua pernah nih bolak-balik kantor sampai tiga kali, hanya karena ada hal-hal kecil yang lupa terbawa pulang, masalah keuangan, lebih parah lagi, apakah gua punya rencana tabungan? Nope. Apakah gua punya rencana pengeluaran bulanan? Nope. Apakah gua punya rencana balance keuangan akhir tahun? Nope. Apakah gua punya rencana dalam satu tahun ke depan? I doubt it. Akan jadi apa gua lima tahun yang akan datang, apa aja yang ingin dan perlu gua punya? Come on… Parah ya…

Well, gua setuju hal-hal mikro akan merefleksikan sesuatu yang besar, ketidakbecusan gua mengatur dan menyikapi hal-hal kecil saat ini, akan merefleksikan siapa gua sekarang,… dan nanti –That’s why gua percaya, selain orang gila (schizophrenia….moga-moga bener nulisnya…), orang ngga bisa hidup dalam dua dunia, orang yang kelakuannya ngga beres di luar rumah, pasti akan terlihat juga benih-benih ketidakberesannya di dalam rumah, serapi apapun dia berusaha menutupinya, kecuali….dia sedang dalam proses menuju gila, hehehe, curhat curian –:)

Anyway, gua lagi menyesali kebodohan gua sendiri mengorganisasikan hidup gua, kadang gua mikir kalo gua musti nikah sama cewek yang organized, atau kerja di lingkungan yang setengah militer, atau ngambil course Project Management…apee lagiiii……Mungkin bisa membantu…tapi semuanya bakal kembali ke diri kita masing-masing….karena kuncinya tetap di diri kita sendiri…in a positive or negative ways.

Tidur ah, besok mau ngapain ya……let tomorrow flows as the wind blows you away, or make a little plan of what will you do….including a good quality of weekend break?